SUSTAINABILITY

 

PT Socfin Indonesia berkomitmen dan mengambil peranan dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan mengembangkan produksi minyak sawit yang berkelanjutan (sustainable palm oil). Untuk itu, PT Socfindo terus memperkuat komitmennya dengan ikut menerapkan prinsip dan kriteria yang dalam system RSPO, ISPO dan ISCC.

RSPO (Rountable on Sustainable Palm Oil) adalah asosiasi nirlaba yang terdiri dari berbagai organisasi yang menyatukan para pemangku kepentingan dari berbagai sektor industri kelapa sawit (perkebunan, pemrosesan, distributor, industri manufaktur, investor, akademisi, dan LSM bidang lingkungan) yang bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan standar global untuk produksi minyak sawit berkelanjutan. Dimana PT Socfindo telah menjadi anggota RSPO sejak tahun 2004 dan sampai saat ini terus berperan aktif dalam pertemuan-pertemuan RSPO dan event lingkungan lainnya yang diselenggarakan oleh RSPO.

Sampai dengan tahun 2014, sudah 5 kebun dari 9 kebun kelapa sawit yang dikelola oleh PT Socfindo, telah memperoleh sertifikat RSPO dan 4 kebun sedang dalam masa audit oleh lembaga sertifikasi RSPO, SAI Global. Sampai bulan Oktober 2014 kebun yang sudah memperoleh sertifikat RSPO adalah Tanah Gambus, Bangun Bandar, Mata Pao, Negeri Lama dan Sungai Liput. Selebihnya, yakni 4 Kebun yaitu Aek Loba, Seunagan, Seumanyam dan Lae Butar telah diaudit RSPO dan saat ini sedang dalam proses penerbitan sertifikat. Dengan demikian maka tahun 2015 seluruh kebun sawit PT Socfindo telah memperoleh sertifikat RSPO. Sebagai anggota RSPO PT Socfindo berkomitmen untuk mensertifikasi RSPO seluruh kebun sawitnya.

Di samping menerapkan mengikuti system RSPO, PT Socfindo juga ikut menerapkan sistem ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil). ISPO suatu kebijakan yang bersifat mandatori daro Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementrian Pertanian memiliki tujuan untuk meningkatkan daya saing minyak sawit Indonesia di pasar dunia dan ikut berpartisipasi dalam rangka memenuhi komitmen Presiden Republik Indonesia untuk mengurangi gas rumah kaca serta memberi perhatian terhadap masalah lingkungan. Dalam penerapannya, PT Socfindo mengacu sepenuhnya pada Peraturan Menteri Pertanian No. 19/Permentan/ OT.140/3/2011 tentang Pedoman Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Indonesian Sustainable Palm Oil/ISPO). Untuk sertifikasi ISPO, saat ini seluruh kebun sawit PT Socfindo telah diaudit ISPO dan penerbitan sertifikatnya masih dalam proses. Diharapkan tahun 2015 seluruh kebun sawit PT Socfindo telah memperoleh sertifikat ISPO.

Selanjutnya, PT Socfindo juga aktif menerapkan ISCC (International Sustainability & Carbon Certification). ISCC merupakan sistem sertifikasi bertaraf internasional pertama untuk membuktikan “sustainability”, “traceability” dan penghematan dari efek gas rumah kaca untuk segala jenis produksi biomass (energi yang terbarukan). CPO bersertifikasi ISCC berpotensi untuk mendapatkan harga premium di atas harga pasar dunia. Tujuan penerapan ISCC bagi PT Socfindo adalah untuk memastikan PT Socfindo mendapatkan pengakuan internasional sebagai entitas bisnis perkebunan yang memeprtahankan nilai lingkungan dilihat dari aspek pengurangan gas rumah kaca, pengelolaan lahan berkelanjutan, melindungi habitat alam dan keberlanjutan sosial. Sampai dengan tahun 2014 ini, sudah ada 3 kebun di PT Socfindo yang telah memperoleh sertifikat ISCC yaitu Mata Pao, Bangun Bandar dan Sungai Liput, menyusul 3 kebun lainnya yaitu Seunagan Seumanyam dan Lae Butar yang sudah diaudit pada 2014 dan sedang dalam proses penerbitan sertifikat.

Seluruh sistem sertifikasi terkait dengan sustainability tersebut diterapkan oleh PT Socfindo dengan mengintegrasikannya dengan Sistem Manajemen Socfindo yang mencakup ISO 9001:2008, ISO 14001:2004 dan OHSAS 18001:2007, dimana seluruh kebun PT Socfindo telah memperoleh sertifikat ISO 9001:2008, ISO 14001:2004 dan OHSAS 18001:2007.

 

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITIES

 

Sebagai bagian dunia usaha yang meyakini keberlanjutan bisnis perkebunan tidak terlepas dari People, Profit dan Planet (3P), maka PT Socfindo selalu berusaha untuk mengembangkan hubungan sosial yang berkualitas dengan masyarakat. Program Corporate Social Responsibility (CSR) selain sebagai bagian dari perwujudan tanggung jawab sosial PT Socfindo, juga diharapkan dapat  telah menjadi kegiatan dan program rutin dari operasional PT Socfindo. PT Socfin Indonesia memandang pentingnya menjadi bagian dari masyarakat yang lebih besar dimana masyarakat dan perusahaan berada dalam kesetaraan, sehingga menjalin hubungan dengan masyarakat  di sekitar perusahaan beroperasi amatlah penting. Hubungan yang diciptakan adalah hubungan yang harmonis dimana masyarakat sekitar dapat merasakan manfaat dari keberadaan PT Socfindo. Untuk memastikan terciptanya hubungan yang harmonis tersebut, PT Socfin Indonesia mendukung program pembangunan daerah dan pengembangan potensi masyarakat sekitar sesuai dengan kapasitasnya.

PT Socfin Indonesia juga menyadari bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang sangat berharga bagi perusahaan. Oleh karena itu, PT Socfin Indonesia menjunjung tinggi hak-hak para pekerja, baik hak untuk mendapat upah yang layak, hak untuk berpendapat dan hak-hak lainnya termasuk hak untuk bekerja dengan aman dan sehat.

Program CSR Socfindo dapat dikelompokkan ke dalam sektor berikut :

     1. Pendidikan

Program CSR di bidang pendidikan yang umum dilakukan antara lan pemberian bea siswa kepada pelajar berprestasi, penyediaan guru PAUD dan SD, penyediaan bus sekolah dan sebagainya.

     2. Kesehatan

Program CSR di bidang kesehatan yang umum dilakukan antara lain penyediaan air bersih, pelayanan kesehatan dan sebagainya.

     3. Infrastruktur

Program CSR di bidang infrastruktur yang umum dilakukan antara lain pemeliharan jalan desa disekitar kebun.

     4. Keagamaan

Program CSR di bidang keagamaan yang umum dilakukan antara lain memberikan fasilitas bagi penyelenggaraan kegiatan keagamaan bagi masyarakat sekitar.

     5. Olahraga

Program CSR di bidang olahraga yang umum dilakukan antara lain memberikan fasilitas dan sarana prasarana kegiatan olahraga bagi masyarakat sekitar.

     6. Ekonomi kreatif

Program CSR di bidang keekonomian yang umum dilakukan antara lain pemberian dana bergulir bagi UKM masyarakat sekitar.

 

Link berita CSR Socfindo



  • Frequently Asked Questions

    1. FAQ
  • Social Media

    1. Facebook
  • Visitor