Socfindo Seed Production


Sejarah Pemuliian Sawit di PT Socfindo

PT Socfindo telah memulai program pemuliian tanaman kelapa sawit sejak tahun 1913 dengan penanaman pohon induk dura dari kebun raya Bogor ditanam di kebun Sei Liput, yakni di Seumadam, Tj. Genteng dan Medang Ara. Pada tahun 1920 dilakukan penanaman pohon induk tenera yang diintroduksi dari Congo di kuala Krapoh. Kebun pengujian genetik pertama ditanam di kebun Bangun Bandar pada tahun 1933. Metode seleksi yang dilakukan pada periode ini adalah seleksi massa dan seleksi family.

Pada tahun 1970 PT Socfindo memulai kerjasama dengan IRHO (Institut de Recherches pour les Huiles et Oleagineux) dan mulai mengembangkan program pemuliian kelapa sawit dengan metode RRS (Reciprocal Recurrent Selection). Pada tahun 1973-1976 dilakukan penanaman progeny trial  (pengujian progeni) dengan melakukan kombinasi persilangan Dura dari Deli Dabao dan Deli Socfindo dengan Tenera/Pisifera dari Lame, Yangambi, Nifor dan Socfindo. Pada periode yang hampir bersamaan (1975-1978) juga ditanam kebun percobaan genetik di   Aek Kwasan (Asahan). Pada periode ini berhasil dipilih persilangan terbaik dengan potensi produksi 26 ton FFB/ha/tahun ffb dan 6,5 ton CPO/ha/tahun.

Program pemuliian untuk mendapatkan produktivitas dan hasil minyak yang tinggi terus dilakukan oleh PT Socfindo dengan melanjutkan siklus keduanya dengan penanaman kebun pengujian progeni di Bangun Bandar pada tahun 1979-1994 dan dilanjutkan penaman kebun pengujian progeni di kebun Aek Loba (Aek Loba Timur Project) pada tahun 1995 -2000. Hasil dari kebun pengujian di Aek Loba Timur Project ini berhasil diperoleh persilangan terbaik dengan potensi ekstrasi 30,2% dengan hasil CPO 9,6 ton/ha/tahun.

Saat ini program pemuliian di PT Socfindo memasuki siklus ke 3, rekombinasi dari tetua-tetua terbaik, dan menguji berbagai material koleksi milik PT Socfindo. Kebun pengujian progeninya ditanam di Aek Kwasan pada tahun 2005-2012, dan masih dalam pengamatan hingga saat ini. 

 
 
 

ALSP

Aek Loba Seed Production (ALSP)  merupakan salah satu unit produksi benih unggul milik PT Socfindo yang berlokasi di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Awalnya di kebun Aek Loba hanya digunakan untuk lokasi kebun pengujian progeni, namun sejak tahun 2004 telah ditanami kebun induk (parental garden), kebun benih (seed garden) dan kebun koleksi. Kegiatan produksi benih unggul di ALSP dimulai tahun 2008, hingga saat ini hampir 70% dari produksi benih PT Socfindo diproduksi di ALSP.  

Luas kebun induk dura di ALSP ±199 Ha, sementara luas kebun induk pisifera ± 147 Ha. Dengan kebun induk dura dan pisifera tersebut ALSP mampu memproduksi benih unggul hingga 50 juta butir pertahun. Dengan fasilitas laboratorium buah kawinan (bunch preparation laboratory) dan laboratorium pollen, ALSP saat ini hanya memproduksi benih kering (dry seeds) yang selanjutnya akan dikirim ke Bangun Bandar Seeds Production (BBSP) untuk proses perkecambahannya.

Selain kebun induk dura dan pisifera, di ALSP juga ditanam kebun koleksi plasma nutfah kelapa sawit seluas 59,76 ha. Di Kebun koleksi ini ditanam berbagai koleksi plasma nutfah yang dimiliki oleh PT Socfindo sebagai sumber material pemuliaannya (breeding material), yan terdiri dari 688 family dari Pamol, Brabanta, Sierrea Leone, Yaligimba, Cameroon, Angola, Pantai Gading dan Amerika Selatan berupa Back-Cross E.Oleifera x E. Guineensis. Sementara untuk kebun pengujian progeny di ALSP saat ini masih terdapat 59 percobaan pengujian progeny dengan luas total arael 768,2 ha.