PT Socfin Indonesia (Socfindo) adalah perusahaan agribisnis yang bergerak di perkebunan kelapa sawit dan karet serta produsen benih unggul kelapa sawit yang sudah teruji dan terbukti tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia internasional.
 
Badan usaha PT Socfin Indonesia adalah hasil dari perjanjian kemitraan joint-venture antara Plantation Nord-Sumatera SA (anak perusahaan Socfin SA) dengan Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1968 sebagai kelanjutan dari Socfin SA Medan (Société Financiere des Caoutchoucs Medan SA) perusahaan milik Belgia yang dibentuk pada tahun 1930 di Medan. Adrien Hallet sebagai pendiri Socfin telah memulai perkebunan komersil karet di Indonesia sejak 1909 dan perkebunan kelapa sawit sejak tahun 1911 di Sei Liput / Medang Ara yang terletak di Aceh Timur, Deli Muda dan Tanah Itam Ulu di Sumatera Utara. Bahkan tidak hanya mengembangkan kebun kelapa sawit komersil, Adrien Hallet juga telah mengembangkan benih kelapa sawit sejak tahun 1913.
 
Kini, setelah lebih dari 100 tahun perjalanannya, Socfindo telah berkembang menjadi penghasil benih kelapa sawit unggul yang memiliki kontribusi sangat luas pada dunia perkelapasawitan di Indonesia dan dunia internasional. Saat ini, Socfindo telah memasarkan benih unggul DxP Socfindo lebih dari 550 juta butir yang telah ditanam lebih dari 2,8 juta hektar lahan perkebunan di Indonesia dan di mancanegara. Selain menghasilkan benih unggul DxP Lame dan Yangambi, Socfindo sejak tahun 2013 telah berhasil menemukan benih kelapa sawit dengan sifat moderat tahan ganoderma yakni DxP MT Gano. Benih yang telah dirilis sejak Agustus 2013 ini diharapkan dapat memberi manfaat yang nyata bagi pekebun kelapa sawit di Indonesia yang mengalami masalah dengan penyakit jamur Ganoderma sp. penyakit yang menimbulkan kerugian besar bagi pebisnis kelapa sawit.
 
Socfindo saat ini mengelola sekitar 48 ribu hektar areal perkebunan yang terdiri dari kelapa sawit dan karet. Terdapat 9 perkebunan kelapa sawit yang tersebar di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara, dan 5 perkebunan karet yang tersebar di Sumatera Utara, seperti yang ditunjukkan pada Tabel di bawah ini. 

Lokasi perkebunan Socfindo dapat dilihat pada peta ini .

Dalam menjalankan bisnisnya, Socfindo berkomitmen untuk menerapkan bisnis yang berstandar internasional. Sejak tahun 2002 Socfindo telah menerapkan sistem standarisasi mutu internasional (ISO 9001 : 2000) yang kemudian berkembang menjadi ISO 9001 : 2008, juga sistem manajemen lingkungan (ISO 14000) dan OHSAS 18000, ketiga sistem ini telah diterapkan di seluruh unit usaha Socfindo. Socfindo juga menerapkan prinsip minyak sawit lestari (sustainable palm oil) melalui penerapan prinsip dan kriteria yang diatur dalam sistem RSPO dan ISPO di seluruh unit perkebunan kelapa sawit yang berada di Sumatera Utara dan Aceh

 



  • Frequently Asked Questions

    1. FAQ
  • Social Media

    1. Facebook
  • Visitor