PERKEBUNAN KARET


 

Perkebunan karet PT Socfindo telah eksis lebih dari 100 tahun di Indonesia. Adrien Hallet (pendiri Socfin) tidak hanya mengawali penanaman kelapa sawit di Indonesia tetapi juga memulai perkebunan karet di Sumatera Timur sejak 1909. Saat itu Socfindo masih bernama Société Financière des Caoutchoucs
 
Luas perkebunan karet Socfin (Société Financière des Caoutchoucs) mengalami peningkatan setelah terjadinya penguatan harga komoditi karet dunia. Akan tetapi ketika terjadi nasionalisasi 1965 dan pembentukan PT Socfin Indonesia pada tahun 1968, banyak terjadi perubahan areal yang dikelola. Sehingga akhirnya sejak dinasionalisasi areal tanaman karet hanya bersisa sekitar 7 ribu hektar. Kemudian, secara bertahap tanaman kakao di areal Socfindo dikonversi menjadi karet sehingga pada 1980-an tanaman karet Socfindo telah mencapai sekitar 10 ribu hektar dengan komposisi tanaman menghasilkan sekitar 70%. Berikut data komposisi tanaman menghasilkan dan tanaman belum menghasilkan Socfindo sejak tahun 1978. 
 
Perkebunan yang dikelola Socfindo saat ini ada 5 lokasi, 2 kebun di Kabupaten Serdang Bedagai (Tanjung Maria dan Tanah Besih), 1 kebun di Kabupaten Asahan (Lima Puluh) dan 2 kebun di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Aek Pamienke dan Halimbe). Produktivitas karet Socfindo dari tahun ke tahun sejak dibentuk (1968) mengalami peningkatan dan berfluktuasi sesuai dengan komposisi umur tanaman dan situasi panel / bidang deres yang ada. Akan tetapi dengan konsistensi pada perbaikan bahan tanaman, sistem budidaya, kontrol dan kendali mutu deresan, dalam 4 tahun terakhir Socfindo berhasil mencatat produktivitas tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
 
Improvisasi sistem budidaya karet terus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas, memperbaiki bahan tanaman dan memurnikan klon-klon penghasil produksi tinggi. Adapun improvisasi pada aspek agronomis yakni penerapan latex diagnosis (LD) untuk mendeteksi metabolisme tanaman dan rekomendasi stimulasi. Setiap klon tanaman karet memiliki potensi yang berbeda-beda dari segi produksi sehingga penerapan LD sangat penting untuk mengetahui kondisi tanaman dan menjadi dasar pemberikan dosis stimulasi yang terbaik. Sedangkan untuk memurnikan klon - klon yang ditanam, Socfindo telah mengembangkan laboratorium biomolekuler di lokasi Bangun Bandar untuk memurnikan klon - klon di kebun entrys dengan melakukan uji DNA klon karet. 
 
 
 

PERKEBUNAN KARET - TANJUNG MARIA

PT SOCFIN INDONESIA


PERKEBUNAN KARET - TANAH BESIH

PT SOCFIN INDONESIA


PERKEBUNAN KARET - LIMA PULUH

PT SOCFIN INDONESIA


PERKEBUNAN KARET - AEK PAMINKE

PT SOCFIN INDONESIA


PERKEBUNAN KARET - HALIMBE

PT SOCFIN INDONESIA



  • Frequently Asked Questions

    1. FAQ
  • Social Media

    1. Facebook
  • Visitor