Bibit Unggul DxP Socfindo

 

Benih dan bibit kelapa sawit yang diproduksi oleh PT. Socfin Indonesia memiliki kualitas yang teruji dan terbukti, selalu mengandalkan kualitas, serta tidak kalah bersaing dengan produk lain yang ada di pasar. Merupakan bibit tenera dari hasil persilangan Dura x Pisifera terbaik yang diperoleh dari berbagai famili yang sudah teruji keunggulannya.

Persilangan benih unggul DxP Socfindo dilaksanakan di kebun percobaan Aek Kwasan, Aek Loba Timur (Kabupaten Asahan) dan Bangun Bandar (Kabupaten Serdang Bedagai) Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Sebagian sumber benih juga berasal dari kebun percobaan yang ada di Benua Afrika seperti dari La'me, La Dibamba dan Pobe.

Sejak Agustus 2013, Socfindo telah merilis 1 varietas unggulan terbaru. Sehingga saat ini, selain dari 2 varietas yang sudah ada Socfindo telah resmi memasarkan 3 jenis varietas DxP Socfindo yang memiliki karakteristik dan keunggulan masing-masing.

Secara umum, ketiga varietas bibit unggul tersebut didistribusikan dalam 2 bentuk, benih kecambah (seeds) dan bibit polybag prenursery. Akan tetapi khusus untuk varietas DxP Socfindo MT Gano hanya dipasarkan dalam bentuk kecambah. Masing-masing varietas unggul DxP Socfindo memiliki keunggulan yang khas. 


 

Prinsip Pemilihan Bahan Tanaman

Benih Unggul DxP Socfindo merupakan reproduksi dari persilangan-persilangan terbaik yang dilaksanakan di kebun percobaan Aek Kwasan, Aek Loba Timur (Asahan) dan Bangun Bandar (Deli Serdang) Sumatera Utara, Indonesia maupun kebun percobaan yang ada di Afrika seperti La'me, La Dibamba dan Pobe.

Benih Unggul adalah kunci awal sukses berbisnis perkebunan. Walaupun investasi bahan tanaman hanya berkisar 7 – 8% dari total biaya investasi kebun, justru hal ini menjadi faktor krusial yang mempengaruhi tingkat keuntungan dan percepatan pengembalian investasi. Hasil yang luar biasa tidak mungkin dapat diraih tanpa input yang luar biasa.
 
Oleh karena itu, pekebun kelapa sawit sudah seharusnya mengenal jenis bibit unggul yang tepat digunakan. Sebaik apapun teknik agronomi yang diterapkan, apabila bahan tanamannya illegitimate, maka dipastikan hasil perkebunan tidak akan memuaskan. Dalam pemilihan bibit kelapa sawit unggul, pekebun hendaknya memperhatikan hal-hal berikut:
  • Bahan tanaman telah teruji melalui program program pemuliaan jangka panjang yang konsisten dan berkelanjutan (5,10, 20, 30…>50 tahun)
  • Bahan tanaman tersebut tidak hanya terbukti dan teruji di kebun percobaan saja, namun juga di kebun komersial dan dalam lingkup luas (10 - 20 tahun bahkan 100 tahun)
  • Mampu memberikan nilai ekonomi yang tinggi baik dalam bentuk tingkat pengembalian investasi maupun nilai asset (potensi produksi per pokok).
  • Diproduksi oleh sumber benih (perusahaan) yang kredibel, berpengalaman, memiliki integritas yang tinggi serta mendapat izin resmi dari pemerintah sebagai produsen benih kelapa sawit unggul.
  • Perakitan bahan tanaman yang terpercaya merupakan hasil seleksi berasal dari induk Dura dan induk Pisifera dengan karakteristik keunggulan tersendiri.

Secara umum proses perakitan material DxP Socfindo seperti diagram di bawah ini:

 


  • Frequently Asked Questions

    1. FAQ
  • Social Media

    1. Facebook
  • Visitor

    143964

    Online : 2
    Today : 81
    Total Visitor : 143964
    Hits Today : 214
    Total Hits : 618283